Money Manajemen Dalam Saham - Trading Saham
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Money Manajemen Dalam Saham

Secara sederhana money manajemen nisa diartikan dengan mengelola keuangan, namun khususnya ketika melakukan trading saham. mungkin sebagian dari anda mengira bahwa money manajemen dalam trading hanya untuk para trader dengan portofolio raksasa. 

Namun, sebenarnya keahlian dalam money manajemen itu haruslah dimiliki oleh setiap trader, baik dia memiiki modal kecil ataupun modal yang sangat besar.

Menurut seorang trader sukses sekaligus guru trading terkemuka Dr. Alexander Elder, bahwa mayoritas orang masuk ke pasar modal untuk mendapatkan uang, tapi tidak berapa lama setelah dia bermain saham justru kehilangan fokus pada tujuan awal tersebut. Mereka malah asyik dengan kegiatan trading itu sendiri. 

Formula Sukses Money Manajemen

Selanjutnya Dr. Elder beliau juga memberikan formula sukses tradingnya. formula tersebut biasa dia sebut dengan 3M: Mind, Method, Money. Mind adalah psikologi dalam trading, Method adalah analisis market, dan Money lebih terfokus pada manajemen resiko.

1. Alokasi Modal

Hal pertama yang menjadi fokus dalam money manajemen adalah alokasi total modal, yaitu berapa banyak uang yang bisa kita letakkan dalam trading dan berapa banyak yang ingin kita alokasikan untuk invest. Jika saja kita baru memulai trading, bisa coba mempertimbangkan memulai dengan modal yang kecil lalu meningkat saat yakin telah menguasai atau percaya diri dengan kemampuan Anda.


2. Resiko Maksimum Per-transaksi

Risiko maksimum per transaksi ialah besarnya jumlah kerugian yang nantinya akan kita dapat saat transaksi gagal dan kita keluar dari posisi saat mencapai stop loss. Parameter dalam menetapkan risiko ini tidak ada aturan bakunya, atau yang paling baik biasanya saya sendiri menetapkan batasan resiko tak melebihi 3%. 


3. Don’t Put Your Eggs in One Basket

Sebuah kutipan yang sudah sangat sering didengar dalam ilmu investasi, ini bisa diartikan bahwa dalam trading saham perlu melakukan diversifikasi. sebab akan sangat baik untuk mengoptimalkan profit dan meminimalkan risiko loss dipasar.  Menempatkan seluruh dana investasi porto Anda pada satu jenis saja sangatlah berisiko sebab jika terjadi hal yang buruk terhadap investasi tersebut, maka semua tentu akan habis terdepresiasi oleh mekanisme pasar.


4. Taatlah Pada Trading Plan yang Telah Anda Buat.

Sebelum memutuskan untuk membeli suatu emiten, baiknya tentukan dimana entry point dan juga titik stoploss anda. Karena penting bagi kita untuk tahu kapan saatnya keluar sebelum kita masuk, sebab umumnya psikologi kita akan bereaksi berlebihan saat berhubungan dengan dana atau uang yang kita invest di saham. menetapkan Stop Loss sangat penting bagi kita untuk menghindarkan dari bahaya "rasa takut" and "rakus" yang akan menjebak psikologi kita. Sebab saat kita telah menaruh dana kita dalam transaksi saham lalu kita lihat saham yang kita punya tersebut dalam posisi loss, maka psikologi kita akan susah menerima kenyataan yang ada dan akhirnya kita cenderung tidak bijak seperti, tidak segera cutloss dan akhirnya menjadi "nyangkuters".


5. Fokus Pada Portofolio Pribadi.

terakhir, ini adalah hal yang paling sering dilakukan oleh para trader. Kebanyakan para trader seringkali lupa dengan saham yang telah dimiliki dan malah sibuk mencari saham-saham lain yang memiliki peluang yang bagus untuk naik harganya.

Banyak sekali kita mendengar para trader mengeluh tentang portofolionya yang merah karena banyak yang nyangkut. Tetapi bukannya mencari solusi untuk saham yang nyangkut tersebut, tetapi justru dia malah mencari-cari saham gorengan dengan alasan mencari cuan untuk menutup yang lagi nyangkut, dan saham yang sudah nyangkut itu bisa turun lebih dalam lagi, sementara saham incaran yang baru pun juga belum tentu membawa cuan yang diharapkan.


Ilustrasi  money manajemen

Yang tidak disadari banyak para trader adalah penempatan Dana/modalnya ketika trading, kebanyakan para trader baru, akan memukul rata dalam penempatan dananya dalam portofolio nya, padahal yang perlu diketahui adalah tingkat likuiditas saham, data likuiditas telah ditetapkan oleh BEI,

Semakin tinggi nilai likuiditas suatu saham boleh kita tempatkan porsinya lebih besar, dan juga sebaleknya kian rendah likuiditas suatu saham maka dana yang kita alolasikan seharusnya lebih kecil.

Posting Komentar untuk "Money Manajemen Dalam Saham"